SALAH FAHAM TERHADAP DO’A NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
April 13, 2008
oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Diantara sekian banyak do’a-do’a yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
ajarkan kepada umatnya adalah do’a dibawah ini :
“Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii
jumratil masaakiin”
“Artinya : Ya Allah ! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah
aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam
rombongan orang-orang miskin”.
Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no. 4126) dan lain-lain.
Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini derajatnya : hasan. [Lihat
pembahasannya di kitab beliau : Irwaul Ghalil (no. 861) dan Silsilah
Shahihah (no. 308)]
Setelah kita mengetahui bahwa hadits ini sah datangnya dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sekarang perlu kita mengetahui apa
maksud sebutan miskin dalam lafadz do’a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
di atas. Yang sangat saya sesalkan diantara saudara-saudara kita (tanpa
memeriksa lagi keterangan Ulama-ulama kita tentang syarah hadits ini
khususnya tentang gharibul hadits) telah memahami bahwa miskin di sini
dalam arti yang biasa kita kenal yaitu : Orang-orang yang tidak
berkecukupan di dalam hidupnya atau orang-orang yang kekurangan harta.
Dengan arti yang demikian maka timbullah kesalah-pahaman di kalangan umat
terhadap do’a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, akibatnya :
[1]. Tidak ada seorang muslimin-pun yang berani mengamalkan doa ini, atau
paling tidak sangat jarang sekali, lantaran menurut tabi’atnya manusia itu
tidak mau dengan sengaja menjadi miskin.
[2]. Akan timbul pertanyaan :
- Mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh umatnya
menjadi miskin?
- Bukankah di dalam Islam ada hukum zakat yang justru salah satu faedahnya
ialah untuk memerangi kemiskinan?
- Dapatkah hukum zakat itu terlaksana kalau kita semua menjadi miskin?
- Dapatkah kita berjuang dengan harta-harta kita sebagaimana yang Allah
Subhanahu wa ta’ala perintahkan kalau kita hidup dalam kemiskinan?
Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari berburuk sangka
kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
[3]. Ada jalan bagi musuh-musuh Islam untuk mengatakan : “Bahwa Islam
adalah musuh kekayaan!?���
Ketika Kiamat Berguncang
April 13, 2008
Senin, 07 April 08, selengkapnya klik di sini: http://www.alsofwah.orid/?pilih=lihatannur&id=476
Kita sering memperhatikan betapa kalang-kabutnya orang-orang ketika sebuah
gempa bumi datang mengguncang. Masing-masing hanya sibuk dan mementingkan
diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain, sekalipun terhadap bayi yang
tengah menyusui berada dalam gendongannya. Wanita-wanita hamil pun lupa akan
diri mereka yang sebenarnya berbadan dua. Mereka seakan tidak menyadari
sedang membawa janin di dalam perut mereka. Masing-masing orang ketika itu
seakan dikomandai, ‘Selamatkanlah dirimu sendiri.!’ Sungguh mengerikan!
Sungguh egois.!
Gambaran ini demikian kentara diungkapkan dengan gaya bahasa yang indah oleh
al-Qur`an, kitab suci nan agung. Allah subhanahu wata’aala; berfirman,
artinya, “Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu; Sesungguhnya keguncangan
hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua
wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala
kandungan wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk,
padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat
keras.” (QS.al-Hajj:
1-2.
Firman Allah subhanahu wata’aala yang lain yang artinya: “Hai manusia
bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu)
seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula
menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka
janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan janganlah
(pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam mentaati Allah.” (QS. Luqman:
33) Read the rest of this entry »
Hukum Kredit Motor
February 21, 2008
Mengambil dari syariahonline.com tentang hukum kredit motor. Berikut penjelasannya.
Kredit dibolehkan dalam hukum jual beli secara Islami. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah : bai` bit taqshid atau bai` bits-tsaman `ajil.
Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang (x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (pelunasan) (z) bulan.
Namun sebagai syarat harus dipenuhi ketentuan berikut :
Harga harus disepakati di awal transaksi meskipun pelunasannya dilakukan kemudian. Misalnya : harga rumah 100 juta bila dibayar tunai dan 150 juta bila dibayar dalam tempo 5 tahun.
Tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalami keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku.
Pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai` gharar (penipuan).
Untuk lebih jelasnya agar bisa dibedakan antara sistem kredit yang dibolehkan dan yang tidak, kami contohkan dua kasus sebagai berikut :
Apakah kita sudah mengeluarkan sebagian kewajiban kita yang merupakan hak orang lain ?
November 12, 2007
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sesuai dengan judulnya , apakah kita (sebagai umat muslim) sudah mengeluarkan sebagian dari harta kita yang merupakan hak orang lain yang lebih membutuhkan dari kita ? pernah dengar tentang zakat Maal ?
Hmm.., Apa’ Idi yakin kita semua pernah mendengar tentang itu tapi apakah sudah mengetahui dan menjalankannya ? Allah memberikan harta / rezeki untuk kaumnya adalah untuk di putar agar merata. Disini Apa’ Idi coba sharing tentang zakat maal tersebut dan mohon koreksi jika ternyata ada yang salah, sesungguhnya Apa’ Idi hanya meneruskan dari apa yang diketahui untuk kebaikan dan syiar semata.
Mangan ora mangan sing penting kumpul
November 10, 2007
Tanggal 28 Oktober 2007 kemarin di hari Minggu yang cukup cerah terjadi peristiwa langka, yup… bisa di bilang langka karena setelah bertahun tahun (kurang lebih 17 tahun) Apa’ Idi ngumpul / reuni kecil kecilan bersama temen sma dahulu, tempatnya di rumah Bobi di Jl. Bona Podok Kopi.
Awalnya sih pada waktu bulan Ramadhan ada undangan ulang tahun temen sma dan disitu Apa’ Idi mendapatkan nomor telpon Bobi… wihhh itu temen geng Apa’ Idi waktu di sma dahulu. Team dalam kumpulan itu fans berat sama Iwan Fals (termasuk Apa’ Idi dung…) hehehhe. Semenjak itu sering kirim sms dan punya ide untuk kumpulin temen se geng sehabis lebaran.
Singkat cerita setelah sms sana sini akhirnya terkumpul juga beberapa (belum semua), yaitu Nandi Arisandi (a.k.a Wanto), Hilmi (a.k.a Arab), Didin (a.k.a Koncet), Aso Bobi (a.k.a bobi) dan Apa Idi (a.k.a ambong). Ini belum semua, ada beberapa yang enggak datang antara lain Pracoyo Nowo Sasongko (a.k.a Opay) dan Heri (a.k.a Bimbi).
Wah enak juga.., lama banget kita enggak ketemu dan semuanya pada beda hehehhe maklumlah udah pada berumur semua. Read the rest of this entry »
Jika Tahu Kita Akan Menangis
October 25, 2007
Bismillah, tanpa mengurangi dan menambahkan isinya dari www.taushiyah-online.com.
——————————————————————————————————————————-
“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Indahnya hidup dengan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.
Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.
Tiada Kata Terlambat
October 25, 2007
Assalamu’alaikum,
Apa’ Idi mengucapkan mohon maaf lahir bathin, semoga kita semua kembali menjadi fitri. Wah….sangat terlambat yah, namun seperti judulnya tiada kata terlambat :D.
Hari ini senang sekali dapat tanggapan dari admin http://www.taushiyah-online.com bahwa isi dari web itu boleh di sebar luaskan dengan tujuan syiar. Apa’ Idi tertarik dengan web itu karena penuh dengan intisari yang islami…
Terima kasih untuk admin tausyiah-online.com dan InsyaAllah semua diserahkan kepada Allah yang maha mengetahui untuk ganjarannya.
Wassalam.
Streaming MP3 di Ubuntu
October 8, 2007
Assalamualaikum,
Sekali kali mau sharing tentang ubuntu ah…., awalnya sih iseng sebab lumayan banyak radio islam / streaming islami via internet atau lan, walhasil mulai deh searching di google dengan keyword seperti title di atas.
Singkat cerita dapat juga literaturnya dari http://www.vimtips.org/article/9/setting-up-icecast2-to-stream-mp3s-on-ubuntu dan masih banyak lagi sih.., tapi yang aku coba dari artikel ini, karena kebetulan Apa’ Idi pakai os ubuntu.
Enggak terlalu ribet juga kok, asal kita sudah ada mp3nya (disini Apa’ Idi sudah ada MP3 alquran lengkap 30 juzz).
Tingkatan Muslim
October 1, 2007
Assalamu’alaikum
Ahad ini sehabis sholat subuh Apa’ Idi mendengarkan tausyiah dari pak Budi di musholla deket rumah. Memang biasanya pada bulan ramadhan ini tiap ahad sehabis sholat subuh diadakan kuliah subuh atau tausyiah untuk menambah keimanan kita sebagai muslim.
Cukup menarik yang diterima Apa’ Idi dan terutama teteeeeeeppppp yang di terima oleh logika serta akal pikiran kita sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Apa’ Idi coba tuangkan disini yah….
Berapa lama di Kubur…
September 20, 2007
Assalamu’alaikum.
Welcome Ramadhan.., telat yah… heheh basi juga nih. Ini hari ke 8 pada bulan Ramadhan :D, yah mohon di maklumi karena belum sempet nulis lagi di Blog ini.
Ada satu artikel sejak kurang lebih beberapa hari yang lalu dan alhamdulillah ada yang mengirim lagi hari ini yang membuat Apa’ Idi jadi tersentak dan tentu saja.. bermain dengan logika lagi….
Artikel itu mengenai berapa lama kita dalam kubur nanti ? sudah siapkah kita untuk di kubur ? Apa Idi’ jadi ingat akan suatu tausyiah yang menyatakan isinya kurang lebih isinya spt ini : Nabi Muhammad mengatakan seandainya tahu kejadian setelah kematian tentu kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Fiuh… dalam sekali arti itu….
Ok deh.. Apa Idi’ coba tuangkan artikel tersebut disini yah. Berikut artikelnya :