Life is for Exam

Hukum Kredit Motor

Posted in Bebas, Islami by hamidin on February 21, 2008

Mengambil dari syariahonline.com tentang hukum kredit motor. Berikut penjelasannya.

Kredit dibolehkan dalam hukum jual beli secara Islami. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah : bai` bit taqshid atau bai` bits-tsaman `ajil.

Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang (x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (pelunasan) (z) bulan.

Namun sebagai syarat harus dipenuhi ketentuan berikut :

Harga harus disepakati di awal transaksi meskipun pelunasannya dilakukan kemudian. Misalnya : harga rumah 100 juta bila dibayar tunai dan 150 juta bila dibayar dalam tempo 5 tahun.

Tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalami keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku.

Pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai` gharar (penipuan).

Untuk lebih jelasnya agar bisa dibedakan antara sistem kredit yang dibolehkan dan yang tidak, kami contohkan dua kasus sebagai berikut :

Contoh 1 : Ahmad menawarkan sepeda motor pada Budi dengan harga rp. 12 juta. Karena Budi tidak punya uang tunai Rp.12 juta, maka dia minta pembayaran dicicil (kredit). Untuk itu Ahmad minta harganya menjadi Rp. 18 juta yang harus dilunasi dalam waktu 3 tahun. Harga Rp. 18 juta tidak berdasarkan bunga yang ditetapkan sekian persen, tetapi merupakan kesepakatan harga sejak awal. Transaksi seperti ini dibolehkan dalam Islam.

Contoh 2 : Ali menawarkan sepeda motor kepada Iwan dengan harga Rp. 12 juta. Iwan membayar dengan cicilan dengan ketentuan bahwa setiap bulan dia terkena bunga 2 % dari Rp. 12 juta atau dari sisa uang yang belum dibayarkan. Transaksi seperti ini adalah riba, karena kedua belah pihak tidak menyepakati harga dengan pasti, tetapi harganya tergantung dengan besar bunga dan masa cicilan. Yang seperti ini jelas haram.

Al-Qaradawi dalam buku HALAL HARAM mengatakan bahwa menjual kredit dengan menaikkan harga diperkenan-kan. Rasulullah s.a.w. sendiri pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo untuk nafkah keluarganya.

Ada sementarA pendapat yang mengatakan bahwa bila si penjual itu menaikkan harga karena temponya, sebagaimana yang kini biasa dilakukan oleh para pedagang yang menjual dengan kredit, maka haram hukumnya dengan dasar bahwa tambahan harga itu berhubung masalah waktu dan itu sama dengan riba.

Tetapi jumhur (mayoritas) ulama membolehkan jual beli kretdit ini, karena pada asalnya boleh dan nash yang mengharamkannya tidak ada. Jual beli kredit tidak bisa dipersamakan dengan riba dari segi manapun. Oleh karena itu seorang pedagang boleh menaikkan harga menurut yang pantas, selama tidak sampai kepada batas pemerkosaan dan kezaliman. Kalau sampai terjadi demikian, maka jelas hukumnya haram.

Imam Syaukani berkata: “Ulama Syafi’iyah, Hanafiyah, Zaid bin Ali, al-Muayyid billah dan Jumhur berpendapat boleh berdasar umumnya dalil yang menetapkan boleh. Dan inilah yang kiranya lebih tepat.”

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu’alaikum.

About these ads

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. mustaqiem said, on May 19, 2009 at 9:01 am

    assalamualaikum
    sykron atas infonya
    jazakallohukhoir…
    lgi bngung ne
    pleaningnya mw ambil motor dg sistm kredit….
    tp msh ragu2 takut riba…

    oya salam ukhuwah
    aqiem di depok

  2. domo said, on December 13, 2009 at 9:33 pm

    wow hukum halalnya hanya bwt ahli fiqh yg berani memperjelas transaksi. sedangkan yg awam tak peduli dan tak mau tahu bahkan sering kecewa saat angsuran belum lunas.

  3. zidane said, on June 19, 2010 at 3:36 am

    aslkm,,,Maaf, saya lagi punya masalah tentang perkreditan, yang mw saya tanyakan, apakah PULSA itu barang atau bukan?kalo sistem perkreditan nya seperti kredit motor. cuma barang nya bukan motor tapi pulsa, apakah termasuk riba?mohon bantuan nya..jazakalloh..tolong penjelasan nya bisa dikirim via Email saya ya.. di zidane.kaya@yahoo.com…terima kasih..wasalam..

    • hamidin said, on June 23, 2010 at 6:22 am

      Dalam wilayah Bisnis dikenal istilah ” BARANG dan JASA”. Yang saya ketahui Pulsa itu jenis dari Jasa. Dengan membeli pulsa atau membayar dengan jumlah tertentu kita bisa menggunakannya. Adapun Riba definsinya adalah “nilai selisih lebih” yang dikeluarkan/dibayarkan atas pinjaman sejumlah uang. Lawannya adalah jual beli dimana ada selisih lebih yang disebut margin (keuntungan).

      WAllahualam bishawab

  4. herdy said, on September 28, 2011 at 7:14 am

    terima kasih sekali atas infonya..
    lumayan nambah pengetahuan.. :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: