<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Life is for Exam</title>
	<atom:link href="http://hamidin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hamidin.wordpress.com</link>
	<description>Back to basic of human being</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2009 02:40:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hamidin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f5555f391dfebd1ce19d245ee67a49cd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Life is for Exam</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Dikubur 26 Tahun Jasad Masih Utuh</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/27/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/27/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 02:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Sharing ini berasal dari salah satu berita di detik.com (http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/153630/1187279/159/kain-kafan-sang-kiai-utuh-harum-baunya?ref=mf#).
Pada intinya hal ini menunjukkan betapa kecilnya kita sebagai makhluk dan bahwa Allah adalah penguasa serta pencipta langit dan bumi, sebagaimana firman Allah dalam Al Baqoroh [2:117] dan Al Imran [3:47]

&#8220;Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)  sesuatu, maka (cukuplah) Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=78&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sharing ini berasal dari salah satu berita di detik.com (<a href="http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/153630/1187279/159/kain-kafan-sang-kiai-utuh-harum-baunya?ref=mf#">http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/153630/1187279/159/kain-kafan-sang-kiai-utuh-harum-baunya?ref=mf#</a>).</p>
<p>Pada intinya hal ini menunjukkan betapa kecilnya kita sebagai makhluk dan bahwa Allah adalah penguasa serta pencipta langit dan bumi, sebagaimana firman Allah dalam Al Baqoroh [2:117] dan Al Imran [3:47]</p>
<p><img class="size-full wp-image-79 alignright" title="albaqoroh-117" src="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/albaqoroh-117.gif?w=469&#038;h=84" alt="albaqoroh-117" width="469" height="84" /></p>
<p>&#8220;<em>Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)  sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: &#8220;Jadilah!&#8221; Lalu jadilah  ia.</em>&#8221; [2:117]</p>
<p><img class="size-full wp-image-80 alignright" title="alimran-47" src="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/alimran-47.gif?w=495&#038;h=89" alt="alimran-47" width="495" height="89" /></p>
<p>&#8220;<em>Maryam berkata: &#8220;Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku  belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.&#8221; Allah berfirman (dengan  perantaraan Jibril): &#8220;Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.  Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata  kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221;, lalu jadilah dia.</em>&#8221; [3:47]</p>
<p>Untuk lebih jelasnya berita tersebut, bisa klik link di atas atau membaca lebih lanjut dari yang saya sudah paste di web ini.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:17px;line-height:20px;color:#009900;">Dikubur 26 Tahun Jasad Masih Utuh</span><br />
<span style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', Times, serif;font-size:26px;line-height:29px;color:#000099;">Kain Kafan Sang Kiai Utuh &amp; Harum Baunya</span><br />
<span style="color:#ee0000;"><strong>Deden Gunawan</strong> &#8211; detikNews</span></p>
<p><img class="alignright" src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/08/21/159/jenazah-dalam.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" /></p>
<p>Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah. Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan<br />
dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper,<br />
Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.</p>
<p>Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat.</p>
<p>&#8220;Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta<br />
Pusat. Persiapannya memang seperti itu,&#8221; kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah.</p>
<p>Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai. Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut.</p>
<p>Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam.  &#8220;Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.<br />
Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih&#8221; jelas Mukhtar.</p>
<p>Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.</p>
<p>Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.</p>
<p>&#8220;Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,&#8221; ujar Mukhtar.</p>
<p>Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.</p>
<p>Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya  tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat</p>
<p>ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.</p>
<p>Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.</p>
<p>Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah.</p>
<p>Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen.</p>
<p>Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur.</p>
<p>Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar. Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh  diperjualbelikan.</p>
<p>Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru<br />
Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. &#8220;Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan&#8221; jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah.</p>
<p>Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur.</p>
<p>Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=78&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/27/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/albaqoroh-117.gif" medium="image">
			<media:title type="html">albaqoroh-117</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/alimran-47.gif" medium="image">
			<media:title type="html">alimran-47</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.detiknews.com/images/content/2009/08/21/159/jenazah-dalam.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memperkenalkan Puasa Pada Anak</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/24/memperkenalkan-puasa-pada-anak/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/24/memperkenalkan-puasa-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 04:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[By: agussyafii
Pagi tadi ketika saya dan istri saya bangun untuk makan sahur, Hana putri saya masih tertidur. Setelah makan sahur, saya melanjutkan sholat subuh di masjid. Untuk bulan Romadhon tahun ini adalah puasa yang pertama kalinya. Istri saya sudah mengingatkan Hana agar berpuasa. Memperkenalkan puasa sungguh terasa berat bagi Hana karena pertama kalinya karena usianya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=74&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>By: agussyafii</p>
<p>Pagi tadi ketika saya dan istri saya bangun untuk makan sahur, Hana putri saya masih tertidur. Setelah makan sahur, saya melanjutkan sholat subuh di masjid. Untuk bulan Romadhon tahun ini adalah puasa yang pertama kalinya. Istri saya sudah mengingatkan Hana agar berpuasa. Memperkenalkan puasa sungguh terasa berat bagi Hana karena pertama kalinya karena usianya 4 tahun.</p>
<p>&#8216;Mah, lapar nih..&#8217; kata Hana, jam dinding menunjukkan pukul 10 siang. &#8216;Hana boleh..minum setelah adzan Dhuhur ya..&#8217; bujuk istri saya.</p>
<p>Anak-anak hingga usia akil balig (12 tahun) belum diwajibkan berpuasa. Namun, sebagian besar ulama sepakat untuk mengajarkan puasa sejak kecil agar di usia akil balig nanti, anak sudah terbiasa berpuasa.  Sejak usia berapakah anak mulai dapat diajarkan berpuasa? Nabi SAW menganjurkan untuk mengajarkan salat yang dianjurkan anak dilatih salat saat anak-anak, beberapa ulama memakai usia awal untuk melatih anak berpuasa.</p>
<p>Memperkenalkan puasa pada anak untuk berpuasa walau setengah hari lebih pada memahami seluk beluk berpuasa sehingga anak merasa senang berpuasa dengan adanya perasaan senang inilah anak-anak akan melaksanakan puasa karena kemauan sendiri bukan karena paksaan orang tuanya.</p>
<p>Begitu terdengar Adzan Dhuhur Hana berteriak. &#8216;Mah..maem ya..&#8217; Akhirnya istri saya menyuapinya pertanda Hana sudah boleh berbuka. &#8216;Setelah ini berpuasa lagi ya..&#8217; Mata Hana berbinar.  Hana berlarian penuh keceriaannya dibulan suci Ramadhan karena sudah mengenal puasa.</p>
<p>Wassalam,<br />
agussyafii</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=74&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/24/memperkenalkan-puasa-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teroris ?</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/20/teroris/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/20/teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 04:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum.
Membaca berita sana sini, makin ramai dan berkembang sekali beritanya terkait dengan Bom Mega Kuningan (Marriot dan Ritz Carlton, Jumat 17 July 2009), penggerebekan di temanggung 8 Agustus 2009 dan pencarian Noordin M Top , email bagustv.com dll.
Perkembangan berita ini begitu marak, bombardir dan membuat sedikit kegalauan bagi masyarakat serta membuat persepsi sendiri antar mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=69&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaykum.</p>
<p>Membaca berita sana sini, makin ramai dan berkembang sekali beritanya terkait dengan Bom Mega Kuningan (Marriot dan Ritz Carlton, Jumat 17 July 2009), penggerebekan di temanggung 8 Agustus 2009 dan pencarian Noordin M Top , email bagustv.com dll.</p>
<p>Perkembangan berita ini begitu marak, bombardir dan membuat sedikit kegalauan bagi masyarakat serta membuat persepsi sendiri antar mereka dengan kata &#8220;teroris&#8221;.</p>
<p>Saat ini sudah mulai di curigai bahkan ada yang main hakim sendiri yang di timpakan kepada orang yang memakai cadar, celana ngatung, berjenggot  bahkan sholat memakai gamis / sorban.</p>
<p>Padahal kita sebagai umat muslim adalah bersaudara, seperti firman Allah [9:11] :</p>
<p><img class="size-full wp-image-70  alignnone" title="9-11" src="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/9-11.gif?w=580&#038;h=119" alt="9-11" width="580" height="119" /></p>
<p><em>&#8220;Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka  itu) adalah saudara-saudaramu </em><span style="color:#ffffff;background-color:#316ac5;"><em>seagama</em></span><em>. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang  mengetahui&#8221;</em></p>
<p>Hal itu adalah keyakinan dan aqidah masing masing, tidak bisa kita main pukul rata &#8220;mereka adalah teroris&#8221; sehingga wajib di basmi. Ini merupakan proses pembodohan yang merupakan salah satu strategi dari umat yang membenci Islam untuk menghancurkan Islam itu sendiri.</p>
<p>Kuatkanlah aqidah dan keimanan kita, jangan mau di bodohi dan di mainkan seperti boneka. Berfikirlah cerdas dan pergunakanlah akal, hal itulah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lainnya. Berlomba lombalah dalam berbuat kebaikan (fastabikhul khoirot).</p>
<p>Semoga hal ini bisa menjadi hal yang positif bagi kita dan menyadari siapa sebenarnya musuh kita.</p>
<p>Tulisan ini merupakan lontaran hati pribadi yang begitu prihatin dengan negara kita yang mayoritas penduduknya islam tapi belum &#8220;islam&#8221;</p>
<p>Semoga Allah memberikan hidayah bagi kita semua&#8230;</p>
<p>Wassalam,<br />
<span id="more-69"></span></p>
<p><img alt="" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=69&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/20/teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/9-11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">9-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Sia-Sia</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/pekerjaan-sia-sia/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/pekerjaan-sia-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 09:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[
&#8221; Sesungguhnya beruntunglah orang orang Mukmin.
Yaitu orang orang yang khusyuk dalam sholatnya.
Dan orang orang yang meninggalkan perbuatan sia sia. &#8220;
(QA Almu&#8217;minun[23]:1-23)


Dalam meniti kegiatan kehidupan keseharian manusia, disadari atau tidak manusia seringkali terjebak dalam perbuatan sia-sia (Al-Laghwu), yaitu perbuatan yang tidak menghasilkan apa-apa, bahkan sebaliknya mendatangkan kerugian dan menyeret pelakunya ke neraka.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=56&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div style="text-align:center;">&#8221; Sesungguhnya beruntunglah orang orang Mukmin.</div>
<div style="text-align:center;">Yaitu orang orang yang khusyuk dalam sholatnya.</div>
<div style="text-align:center;">Dan orang orang yang meninggalkan perbuatan sia sia. &#8220;</div>
<div style="text-align:center;"><em>(QA Almu&#8217;minun[23]:1-23)</em></div>
<div style="text-align:center;"><em><br />
</em></div>
<div style="text-align:left;">Dalam meniti kegiatan kehidupan keseharian manusia, disadari atau tidak manusia seringkali terjebak dalam perbuatan sia-sia (Al-Laghwu), yaitu perbuatan yang tidak menghasilkan apa-apa, bahkan sebaliknya mendatangkan kerugian dan menyeret pelakunya ke neraka.</div>
<div style="text-align:left;">Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam melangkah, bertindak dan bersikap.</div>
<div style="text-align:left;"><span id="more-56"></span></div>
<div style="text-align:center;">
<div style="text-align:left;">Sofyan Tsauri (ulama Hadist) menyatakan bahwa ada<em> 10 sifat Al-Laghwu</em>, yaitu :</div>
<div style="text-align:left;">
<ol>
<li>Orang yang berdoa untuk dirinya sendiri tetapi tidak berdoa untuk kedua orang tua dan kaum muslimin.</li>
<li>Orang yang sering membaca Alquran tetapi tidak membaca secara tertib sampai 100 ayat tiap tiap hari.</li>
<li>Laki laki yang masuk masjid tetapi tidak mengerjakan sholat tahiyatul masjid</li>
<li>Orang yang melintasi pekuburan tetapi tidak mengucapkan salam kepada penghuninya dan tidak mendoakan keselamatan untuk mereka</li>
<li>Laki laki yang masuk ke suatu kota pada hari Jum&#8217;at tetapi tidak mengerjakan sholat Jum&#8217;at secara berjamaah</li>
<li>Orang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan</li>
<li>Seseorang yang tinggal di suatu lingkungan bersama ulama, namun ia tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu pengetahuannya</li>
<li>Pemuda yang melewatkan masa mudanya tidak untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti</li>
<li>2 orang pria yang bersahabat, tapi mereka tidak saling menanyakan keadaan masing masing dan keluarganya</li>
<li>Orang yang mengundang tamu namun ia tidak melayani tamunya dengan baik</li>
</ol>
</div>
<p style="text-align:left;"><em>(AlKahfi [18]:103 &#8211; 105) :</em></p>
<p style="text-align:center;">Katakanlah: &#8220;Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang  paling merugi perbuatannya?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-weight:normal;">Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia  ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-weight:normal;">Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan  (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah  amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan)  mereka pada hari kiamat.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=56&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/pekerjaan-sia-sia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Pembuka Kultum / Majelis</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/doa-pembuka-kultum-majelis/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/doa-pembuka-kultum-majelis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 06:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, karena banyak yang mencari dan bertanya tentang doa pembuka kultum berikut saya paste hasil temuan dari http://kultum.wordpress.com/2008/07/16/doa-pembuka/
Semoga berguna.

“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=46&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, karena banyak yang mencari dan bertanya tentang doa pembuka kultum berikut saya paste hasil temuan dari <a href="http://kultum.wordpress.com/2008/07/16/doa-pembuka/#comment-390">http://kultum.wordpress.com/2008/07/16/doa-pembuka/</a></p>
<p>Semoga berguna.</p>
<p><img class="size-full wp-image-47  alignright" title="doa-pembuka" src="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/doa-pembuka.gif?w=400&#038;h=277" alt="doa-pembuka" width="400" height="277" /></p>
<p><em>“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.<br style="margin:0;padding:0;" />Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.<br style="margin:0;padding:0;" />Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.<br style="margin:0;padding:0;" />Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.<br style="margin:0;padding:0;" />Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”</em></p>
<p>Wassalam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=46&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/doa-pembuka-kultum-majelis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamidin.files.wordpress.com/2009/08/doa-pembuka.gif" medium="image">
			<media:title type="html">doa-pembuka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>..:: Come Back Again ::&#8230;</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/come-back-again/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/come-back-again/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 03:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat hidayahnya saya bisa kembali mencoba menulis dan berbagi kepada yang membutuhkan di hamidin.wordpress.com ini.
Sholawat tetap di panjatkan kepada nabi Muhammad SAW serta para keluarga, sahabat serta pengikutnya yang InsyaAllah Istiqomah sama akhir masa nanti.
Mohon maaf beberapa waktu yang lalu web ini tidak ada kegiatan, InsyaAllah untuk kedepannya saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=42&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaykum.</p>
<p>Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat hidayahnya saya bisa kembali mencoba menulis dan berbagi kepada yang membutuhkan di hamidin.wordpress.com ini.</p>
<p>Sholawat tetap di panjatkan kepada nabi Muhammad SAW serta para keluarga, sahabat serta pengikutnya yang InsyaAllah Istiqomah sama akhir masa nanti.</p>
<p>Mohon maaf beberapa waktu yang lalu web ini tidak ada kegiatan, InsyaAllah untuk kedepannya saya akan coba berbagi jika ada yang bisa saya infokan.</p>
<p>Mohon kritik membangun dari khalayak agar dapat meluruskan dari yang saya berikan.</p>
<p>Kebenaran hanya dari Allah dan kesalahan semata mata dari saya pribadi selaku makhluk.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum Wr. Wb.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=42&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/08/19/come-back-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Cara Membahagiakan Istri &#8211; Arrahmah.com</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2009/07/23/20-cara-membahagiakan-istri-arrahmah-com/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2009/07/23/20-cara-membahagiakan-istri-arrahmah-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 01:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/2009/07/23/20-cara-membahagiakan-istri-arrahmah-com/</guid>
		<description><![CDATA[20 Cara Membahagiakan Istri &#8211; Arrahmah.com
Shared via AddThis
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=41&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/4861/20-cara-membahagiakan-istri-anda">20 Cara Membahagiakan Istri &#8211; Arrahmah.com</a></p>
<p>Shared via <a href="http://addthis.com">AddThis</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=41&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2009/07/23/20-cara-membahagiakan-istri-arrahmah-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAH FAHAM TERHADAP DO&#8217;A NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/salah-faham-terhadap-doa-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/salah-faham-terhadap-doa-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 23:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Diantara sekian banyak do&#8217;a-do&#8217;a yang Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam
ajarkan kepada umatnya adalah do&#8217;a dibawah ini :
&#8220;Allahumma ahyinii  miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii
jumratil  masaakiin&#8221;
&#8220;Artinya : Ya Allah ! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin,  dan matikanlah
aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari  kiamat) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=40&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat</p>
<p>Diantara sekian banyak do&#8217;a-do&#8217;a yang Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam<br />
ajarkan kepada umatnya adalah do&#8217;a dibawah ini :</p>
<p>&#8220;Allahumma ahyinii  miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii<br />
jumratil  masaakiin&#8221;</p>
<p>&#8220;Artinya : Ya Allah ! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin,  dan matikanlah<br />
aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari  kiamat) dalam<br />
rombongan orang-orang miskin&#8221;.</p>
<p>Hadits ini dikeluarkan  oleh Imam Ibnu Majah (no. 4126) dan lain-lain.<br />
Al-Albani mengatakan bahwa  hadits ini derajatnya : hasan. [Lihat<br />
pembahasannya di kitab beliau : Irwaul  Ghalil (no. 861) dan Silsilah<br />
Shahihah (no. 308)]</p>
<p>Setelah kita  mengetahui bahwa hadits ini sah datangnya dari Nabi<br />
Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam, maka sekarang perlu kita mengetahui apa<br />
maksud sebutan miskin dalam  lafadz do&#8217;a Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam<br />
di atas. Yang sangat saya  sesalkan diantara saudara-saudara kita (tanpa<br />
memeriksa lagi keterangan  Ulama-ulama kita tentang syarah hadits ini<br />
khususnya tentang gharibul  hadits) telah memahami bahwa miskin di sini<br />
dalam arti yang biasa kita kenal  yaitu : Orang-orang yang tidak<br />
berkecukupan di dalam hidupnya atau  orang-orang yang kekurangan harta.<br />
Dengan arti yang demikian maka timbullah  kesalah-pahaman di kalangan umat<br />
terhadap do&#8217;a Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam di atas, akibatnya :</p>
<p>[1]. Tidak ada seorang muslimin-pun yang  berani mengamalkan doa ini, atau<br />
paling tidak sangat jarang sekali, lantaran  menurut tabi&#8217;atnya manusia itu<br />
tidak mau dengan sengaja menjadi  miskin.</p>
<p>[2]. Akan timbul pertanyaan :<br />
- Mengapa Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyuruh umatnya<br />
menjadi miskin?<br />
-  Bukankah di dalam Islam ada hukum zakat yang justru salah satu faedahnya<br />
ialah untuk memerangi kemiskinan?<br />
- Dapatkah hukum zakat itu terlaksana  kalau kita semua menjadi miskin?<br />
- Dapatkah kita berjuang dengan harta-harta  kita sebagaimana yang Allah<br />
Subhanahu wa ta&#8217;ala perintahkan kalau kita hidup  dalam kemiskinan?</p>
<p>Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dari berburuk sangka<br />
kepada  Nabi-Nya Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>[3]. Ada jalan bagi musuh-musuh  Islam untuk mengatakan : “Bahwa Islam<br />
adalah musuh kekayaan!?���</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Padahal yang betul maksud miskin di dalam do&#8217;a Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa<br />
sallam ini ialah : &#8220;Orang yang khusyu dan mutawaadli (orang yang tunduk<br />
dan merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala)&#8221;. Sebagaimana hal<br />
ini telah diterangkan oleh Ulama-ulama kita :</p>
<p>[1]. Imam Ibnul Atsir  di kitabnya An-Nihaayah fi Gharibil Hadits (2/385)<br />
mengatakan :<br />
&#8220;Ya Allah  hidupkanlah aku dalam keadaan miskin &#8230;.. Yang dikehendaki<br />
dengannya  (dengan miskin tersebut) ialah : tawadlu&#8217; dan khusyu&#8217;, dan<br />
supaya tidak  menjadi orang-orang yang sombong dan takabur&#8221;.</p>
<p>[2]. Di kitab kamus  Lisanul Arab (2/176) oleh Ibnu Mandzur diterangkan,<br />
asal arti miskin di  dalam lughah/bahasa ialah = al-khaadi&#8217; (orang yang<br />
tunduk), dan asal arti  faqir ialah : Orang yang butuh. Lantaran itu Nabi<br />
Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam berdo&#8217;a : Ya Allah, hidupkanlah aku dalam<br />
keadaan miskin &#8230;..<br />
Yang dikehendaki ialah : tawadlu&#8217; dan khusyu&#8217;. dan supaya tidak menjadi<br />
orang-orang yang sombong dan takabur. Artinya : Aku merendahkan diriku<br />
kepada-Mu wahai Rabb dalam keadaan berhina diri, tidak dengan sombong.<br />
Dan bukanlah yang dikehendaki dengan miskin di sini adalah faqir yang<br />
butuh (harta).</p>
<p>[3]. Imam Baihaqi mengatakan :&#8221;Menurutku bahwa Nabi  Shallallahu &#8216;alaihi wa<br />
sallam tidaklah meminta keadaan miskin yang maknanya  kekurangan tetapi<br />
beliau meminta miskin yang maknanya tunduk dan merendahkan  diri (khusyu&#8217;<br />
dan tawadlu&#8217;). [Lihat kitab : Sunatul Kubra al-Baihaqi 7/12-13  dan<br />
Taklhisul-Habir 3/109 No. 1415 oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar]</p>
<p>[4].  Demikian juga maknanya telah diterangkan oleh al-Imam Ghazali di<br />
kitabnya  yang mashur Al-Ihya&#8217; (4/193). [Baca juga syarah Ihya' (9/272)<br />
oleh Imam  Az-Zubaidy]</p>
<p>[5]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :&#8221;Hidupkanlah  aku&#8221; dalam<br />
keadaan khusyu&#8217; dan tawadlu&#8217;. [Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah 18/382  bagian<br />
kitab hadits]<br />
Beliau juga mengatakan (hal. 326) : &#8220;&#8230;. bukanlah  yang dikehendaki dengan<br />
miskin (di hadits ini) tidak mempunyai harta  &#8230;&#8221;</p>
<p>[6]. Imam Qutaibi juga mengatakan khusyu&#8217; dan tawadlu&#8217; [Ta'liq Sunan  Ibnu<br />
Majah (no. 4126) oleh Ustadz Muhammad Fuad Abdul Baqi]</p>
<p>Kemudian  periksalah kitab-kitab dibawah ini :</p>
<p>[7]. Tuhfatul Ahwadzi Syarah  Tirmidzi (7/19-20 No. 2457) oleh Imam<br />
Al-Mubaarakfuri.<br />
[8]. Faidhul Qadir  Syarah Jami&#8217;us Shaghir (2/102) oleh Imam Manawi.<br />
[9]. Al-Majmu&#8217; Syarah  Muhadzdzab (6/141-142) oleh Imam Nawawi.<br />
[10]. Shahih Jami&#8217;us Shaghir (no.  1271) oleh Al-Albani.<br />
[11]. Maqaashidul Hasanah (no. 166) oleh Imam  As-Sakhawi.</p>
<p>Setelah kita mengetahui keterangan ulama-ulama kita tentang  maksud miskin<br />
dalam do&#8217;a Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di atas baik  secara<br />
lughah/bahasa maupun maknanya, maka hadits tersebut artinya menjadi  :</p>
<p>&#8220;Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu&#8217; dan tawadlu&#8217;, dan<br />
matikanlah aku dalam keadaan khusyu&#8217; dan tawadlu&#8217;, dan kumpulkanlah aku<br />
(pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu&#8217; dan  tawadlu&#8221;.</p>
<p>Rasanya kurang lengkap kalau di dalam risalah ini (sebagai  penguat<br />
keterangan di atas) saya tidak menerangkan dua masalah yang perlu<br />
diketahui oleh saudara-saudara kaum muslimin.</p>
<p>Pertama : Bahwa Islam  adalah agama yang memerangi atau memberantas<br />
kefakiran dan kemiskinan di  kalangan masyarakat. Hal ini dengan jelas<br />
dapat kita ketahui.</p>
<p>[1]. Di  dalam Islam tedapat hukum zakat (satu pengaturan ekonomi yang<br />
tidak terdapat  pada agama-agama yang lain kecuali Islam). Sedangkan yang<br />
berhak menerima  bagian zakat di antaranya orang-orang yang fakir dan<br />
miskin (At-Taubah :  60). Kalau saja zakat ini dijalankan sesuai dengan apa<br />
yang Allah Subhanahu  wa ta&#8217;ala perintahkan dan menurut sunnah Nabi<br />
Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,  niscaya tidak sedikit mereka yang tadinya<br />
hidup dalam kemiskinan -setelah  menerima bagian zakatnya- akan berubah<br />
kehidupannya bahkan tidak mustahil  kalau di kemudian hari merekalah yang<br />
akan mengeluarkan zakat. Allah  Subhanahu wa ta&#8217;ala telah berfirman :<br />
&#8220;Artinya : Agar supaya harta itu tidak  beredar di antara orang-orang yang<br />
kaya saja dari kamu&#8221;. [Al-Hasyr :  7]</p>
<p>[2]. Islam memerintahkan memperhatikan keluarga (ahli waris) yang akan<br />
ditinggalkan, supaya mereka jangan sampai hidup melarat yang menadahkan<br />
tangan kepada manusia. Kita perhatikan sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa<br />
sallam:<br />
&#8220;Artinya : Sesungguhnya engkau tinggalkan ahli warismu dalam  keadaan kaya<br />
(cukup) lebih baik dari pada engkau tinggalkan mereka hidup  melarat/miskin<br />
yang menadahkan tangan-tangan mereka kepada manusia  (meminta-minta)</p>
<p>&#8220;.<br />
[Hadits Riwayat Bukhari 3/186 dan Muslim 5/71 dan  lain-lain]</p>
<p>[3]. Bahkan Islam mencela kalau ada seorang mukmin yang hidup  dalam<br />
keadaan cukup sedangkan tetangganya kelaparan dan dia tidak  membantunya,<br />
sebagaimana sabda Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam  :<br />
&#8220;Artinya : Bukanlah orang yang mukmin itu yang (hidup) kenyang, sedangkan<br />
tetangganya (hidup) lapar di sebelahnya&#8221;. [Hadits Shahih Riwayat Bukhari<br />
di kitabnya Adabul Mufrad, dan lain-lain]<br />
Maksudnya : Tidaklah sempurna  keimanan sorang muslim itu apabila ia makan<br />
dengan kenyang sedangkan  tetangganya di sebelah-nya kelaparan (kalau hal<br />
ini ia ketahui dan ia tidak  membantunya dengan memberi makan kepada<br />
tetangganya).</p>
<p>[4]. Nabi  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memohon perlindungan kepada Allah<br />
Subhanahu wa  ta&#8217;ala dari hidup dalam kefakiran dan kelaparan.<br />
&#8220;Artinya : Dari Aisyah (ia  berkata) : Bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi<br />
wa sallam biasa berdo&#8217;a  dengan do&#8217;a-doa ini : Allahumma dan<br />
seterusnya..(Ya Allah, sesungguhnya  aku memohon perlindungan kepada-Mu<br />
dari fitnah neraka dan azab neraka, dan  dari fitnah kubur dan azab kubur,<br />
dan dari kejahatan fitnah (cobaan)  kekayaan, dan dari kejahatan fitnah<br />
(cobaan) kefakiran &#8230;.&#8221; [Shahih Riwayat  Bukhari (7/159, 161). Muslim<br />
(8/75 dan ini lafadznya), Abu Dawud (no. 1543),  Ibnu Majah (no. 3838),<br />
Ahmad (6/57, 207), Tirmidzi, Nasa'i, Hakim (1/541)  dan Baihaqi (7/12).]<br />
Kemudian Hadits Abi Hurairah :<br />
&#8220;Artinya : Bahwasanya  Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdo&#8217;a :<br />
Ya Allah, sesungguhnya  aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran,<br />
dan aku memohon  perlindungan kepada-Mu dari kekurangan dan kehinaan, dan<br />
aku memohon  perlindungan kepada-Mu dari menganiaya atau dianiaya&#8221;. [Shahih<br />
Riwayat Abu  Dawud (no. 1544), Ahmad (2/305,325). Nasa'i, Ibnu Hibban (no.<br />
2443). Baihaqi  (7/12)]<br />
&#8220;Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdo&#8217;a :  Ya<br />
Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelaparan,<br />
karena sesungguhnya keleparan itu seburuk-buruk teman berbaring, dan aku<br />
memohon perlindungan kepada-Mu dari khianat, karena sesungguhnya khianat<br />
itu seburuk-buruk teman&#8221;. [Shahih Riwayat Abu Dawud (no. 1547). Nasa'i dan<br />
Ibnu Majah (no. 3354).]<br />
Hadits Abi Bakrah Nufai&#8217; bin Haarits :  Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu<br />
&#8216;alaihi wa sallam mengucapkan do&#8217;a ini  di akhir salat:<br />
&#8220;Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan  kepada-Mu dari<br />
kekafiran dan kefakiran dan azab kubur&#8221;. [Hadits Shahih atas  syarat Muslim<br />
di keluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal (5/36,39 dan 44) dan  Nasa'i]<br />
Hadits Anas bin Malik : Adalah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam<br />
mengucapkan dalam do&#8217;anya :<br />
&#8220;Artinya : &#8230;.Dan aku memohon  perlindungan kepada-Mu dari<br />
kefakiran/miskin dan kekafiran &#8230;&#8230;&#8221;. [Hadits  Shahih atas syarat<br />
Bukhari, dikeluarkan oleh Imam Hakim (1/530). dan Imam  Ibnu Hibban (no.<br />
2446).]</p>
<p>Kedua : Islam tidak menjadi musuh kekayaan  asalkan si kaya seorang yang<br />
taqwa.</p>
<p>Bahkan dengan kekayaan itu  seorang dapat memperoleh ganjaran yang besar<br />
dan derajat yang tinggi seperti  berjihad dengan harta sebagaimana yang<br />
Allah perintahkan, menunaikan zakat  harta, infaq dan shadaqah, ibadah<br />
haji, mendirikan masjid-masjid, pesantren  dan sekolah-sekolah Islam,<br />
membantu anak yatim dan perempuan-perempuan janda  dan lain-lain yang<br />
membutuhkan harta dan kekayaan.</p>
<p>Nabi Shallalahu  &#8216;alaihi wa sallam pernah mendo&#8217;akan Anas bin Malik :</p>
<p>&#8220;Artinya : Ya Allah  ! Banyakkanlah hartanya dan anak-anaknya serta<br />
berikanlah keberkahan apa  yang Engkau telah berikan kepadanya&#8221;. [Hadits<br />
Riwayat Bukhari (7/152,  154,161 dan 162). dan lain-lain]</p>
<p>Hadits ini mengandung beberapa  faedah.<br />
[1]. Bahwa harta itu adalah salah satu nikmat Allah Subhanahu wa  ta&#8217;ala.</p>
<p>[2]. Bahwa banyak harta itu tidak tercela atau mengurangi  ibadahnya,<br />
asalkan dia memang seorang yang taqwa. Bahkan hadits ini kita  dapat<br />
mengetahui bahwa banyak harta itu merupakan suatu kebaikan dan nikmat  dari<br />
Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Karena tidak mungkin Nabi Shallallahu  &#8216;alaihi<br />
wa sallam mendo&#8217;akan kecelakaan kepada salah seorang shahabat dan<br />
pembantunya seperti Anas bin Malik kalau tidak menjadi kebaikan baginya  !.</p>
<p>[3]. Boleh mendo&#8217;akan seseorang supaya banyak hartanya dengan penuh<br />
keberkahan.</p>
<p>[4]. Dari hadits ini kita mengetahui bahwa Nabi  Shallallahu &#8216;alaihi wa<br />
sallam menyukai mempunyai anak banyak.</p>
<p>[5].  Hadits ini menerangkan tentang keutamaan Anas bin Malik yang telah<br />
terbukti  dalam tarikh -berkat do&#8217;a Nabi- tidak seorangpun dari shahabat<br />
Anshar yang  paling banyak harta dan anak selain dari Anas bin Malik<br />
Radhiyallahu  &#8216;anhu.</p>
<p>Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda kepada  shahabatnya<br />
Hakim bin Hizaam :<br />
&#8220;Wahai Hakim! Sesungguhnya harta ini  indah (dan) manis, maka barang siapa<br />
yang mengambilnya dengan jiwa yang  baik, niscaya mendapat keberkahan, dan<br />
barang siapa yang mengambilnya dengan  jiwa yang tamak, niscaya tidak<br />
mendapat keberkahan, dan ia seperti orang  yang makan tetapi tidak pernah<br />
kenyang, dan tangan yang diatas (yang  memberi) lebih baik dari tangan yang<br />
di bawah (yang meminta)&#8221;. [Hadits  Riwayat Bukhari (7/176) dan Muslim<br />
(3/94)] [1]</p>
<p>[Disalin dari kitab  Al-Masaa’il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 2, Penulis<br />
Abdul Hakim bin Amir  Abdat]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hamidin.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hamidin.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=40&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/salah-faham-terhadap-doa-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kiamat Berguncang</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/ketika-kiamat-berguncang/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/ketika-kiamat-berguncang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 23:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 07 April 08, selengkapnya klik di sini: http://www.alsofwah.orid/?pilih=lihatannur&#38;id=476
Kita sering memperhatikan betapa kalang-kabutnya orang-orang ketika  sebuah
gempa bumi datang mengguncang. Masing-masing hanya sibuk dan  mementingkan
diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain, sekalipun terhadap  bayi yang
tengah menyusui berada dalam gendongannya. Wanita-wanita hamil pun  lupa akan
diri mereka yang sebenarnya berbadan dua. Mereka seakan tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=39&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Senin, 07 April 08, selengkapnya klik di sini: <a href="http://www.alsofwah.or/">http://www.alsofwah.or</a>id/?pilih=lihatannur&amp;id=476</p>
<p>Kita sering memperhatikan betapa kalang-kabutnya orang-orang ketika  sebuah<br />
gempa bumi datang mengguncang. Masing-masing hanya sibuk dan  mementingkan<br />
diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain, sekalipun terhadap  bayi yang<br />
tengah menyusui berada dalam gendongannya. Wanita-wanita hamil pun  lupa akan<br />
diri mereka yang sebenarnya berbadan dua. Mereka seakan tidak  menyadari<br />
sedang membawa janin di dalam perut mereka. Masing-masing orang  ketika itu<br />
seakan dikomandai, &#8216;Selamatkanlah dirimu sendiri.!&#8217; Sungguh  mengerikan!<br />
Sungguh egois.!</p>
<p>Gambaran ini demikian kentara diungkapkan dengan gaya bahasa yang indah  oleh<br />
al-Qur`an, kitab suci nan agung. Allah subhanahu wata&#8217;aala;  berfirman,<br />
artinya, &#8220;Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu; Sesungguhnya  keguncangan<br />
hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar  (dahsyat).<br />
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu,  lalailah semua<br />
wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan  gugurlah segala<br />
kandungan wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam  keadaan mabuk,<br />
padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah  itu sangat<br />
keras.&#8221; (QS.al-Hajj:</p>
<p>1-2.<br />
Firman Allah subhanahu wata&#8217;aala  yang lain yang artinya: “Hai manusia<br />
bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah  suatu hari yang (pada hari itu)<br />
seorang bapak tidak dapat menolong anaknya  dan seorang anak tidak dapat pula<br />
menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya  janji Allah adalah benar, maka<br />
janganlah sekali-kali kehidupan dunia  memperdayakan kamu, dan janganlah<br />
(pula) penipu (setan) memperdayakan kamu  dalam mentaati Allah.” (QS. Luqman:<br />
33) <span id="more-39"></span></p>
<p>Betapa dahsyatnya! Betapa menakutkannya kejadian hari Kiamat itu! Dan  Nida`<br />
(Panggilan) dalam ayat di atas mencakup semua manusia. Mereka  ditakut-takuti<br />
dengan peristiwa yang akan terjadi. Tidak ada keselamatan  dari<br />
kedahsyatannya itu selain dengan ketakwaan.</p>
<p>Wanita yang menyusui  tidaklah menjadi lalai dari bayi yang sedang menyusui,<br />
melainkan oleh suasana  menakutkan yang mampu menghilangkan segala kesadaran.<br />
Betapa tidak,  pemandangan itu menggambarkan kelalaiannya, seakan ia<br />
memandang namun tidak  melihat, bergerak namun tidak sadar. Tahukah anda,<br />
seberapa berarti orang  yang ia lalai darinya itu? Ia adalah orang yang<br />
paling dikasihinya, sang buah  hati. Sementara sebagai wanita, ia adalah<br />
manusia yang paling welas asih  terhadapnya.</p>
<p>!</p>
<p>Demikian pula dengan kondisi para wanita hamil yang  sampai menggugurkan<br />
kandungan sebelum waktunya, saking dahsyatnya hari itu.  Semua orang bak<br />
orang-orang yang mabuk karena kedahsyatan dan gentingnya  perkara itu. Akal<br />
sehat dan pikiran mereka telah hilang, padahal mereka  bukanlah orang-orang<br />
yang benar-benar mabuk, akan tetapi itu karena azab  Allah subhanahu wata<br />
aala amatlah keras.!</p>
<p>Lalu, bagaimana gambarannya  di dalam hadits Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam<br />
? Tidak lebih dahsyat dari  itu.! Banyak hadits yang menceritakan tentang hal<br />
itu. Namun di sini, akan  disinggung satu atau dua hadits saja. Salah satunya<br />
hadits yang menyebutkan  sebab turunnya ayat 1 dan 2 surat al-Hajj di atas.<br />
Sebagaimana terdapat di  dalam Sunan at-Tirmidzi, dari &#8216;Imran bin Hushain<br />
radhiallahu `anhu, ayat itu  turun saat Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam<br />
sedang dalam perjalanan. Lalu  beliau bertanya kepada para shahabatnya,<br />
apakah mereka mengetahui apa  gerangan hari yang digambarkan dalam ayat itu.<br />
Mereka secara polos menjawab,  &#8220;Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.&#8221;<br />
Lalu beliau mengatakan, bahwa  itu adalah hari di mana Allah subhanahu wata<br />
aala berfirman kepada Adam,  &#8220;Utuslah utusan ke neraka.&#8221; Adam bertanya,<br />
Wahai Rabbku, apa itu utusan ke  neraka.?&#8221; Dia subhanahu wata&#8217;aala; berfirman<br />
&#8220;Sembilan puluh sembilan ke  neraka dan satu ke surga.&#8221; Artinya, dari<br />
seratus orang; sembilan puluh  sembilan masuk neraka dan hanya satu orang<br />
masuk surga. Lantas para sahabat  pun bertangisan. Maka Rasulullah<br />
shallallahu &#8216;alahi wasallam menyarankan  kepada mereka agar berupaya<br />
semaksimal mungkin dalam beramal, minimal  mendekati sempurna. Pada bagian<br />
akhir hadits itu, Nabi shallallahu &#8216;alahi  wasallam menyatakan, &#8220;Sesungguhnya<br />
aku berharap kamu menjadi seperempat ahli  surga.&#8221; Lalu para shahabat pun<br />
bertakbir. Kemudian beliau meneruskan,  &#8220;Sesungguhnya aku berharap kamu<br />
menjadi sepertiga ahli surga.&#8221; Maka mereka  pun kembali bertakbir. Kemudian<br />
beliau meneruskan, &#8220;Sesungguhnya aku berharap  kamu menjadi setengah Ahli<br />
surga.&#8221; Lalu mereka pun kembali bertakbir.  Kemudian perawi hadits<br />
mengomentari, &#8220;Aku tidak tahu, apakah beliau  mengatakan lagi setelah itu,<br />
Dua pertiga&#8217; ataukah tidak.</p>
<p>Dan di  dalam ash-Shahihain, dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri, juga disebutkan<br />
tentang apa  itu &#8216;Utusan ke neraka.&#8217; Lalu Allah subhanahu wata&#8217;aala berfirman<br />
&#8220;Dari setiap  seribu, terdapat sembilan ratus sembilan puluh sembilan.&#8221; Lalu<br />
Dia subhanahu  wata&#8217;aala berfirman lagi, &#8220;Yang demikian itu ketika seorang<br />
anak kecil  menjadi beruban dan setiap wanita hamil menggugurkan kandungannya<br />
serta kamu  melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk<br />
akan tetapi  karena adzab Allah amatlah keras.&#8221; Hal itu membuat para shahabat<br />
semakin  ketakutan, lalu bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, siapa di antara kami<br />
yang  menjadi laki-laki itu.&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Bergembiralah! Sesungguhnya<br />
dari  Ya`juj dan Ma`juj seribu dan dari kamu (hanya) satu orang.&#8221;</p>
<p>Sikap  Manusia terhadap Hari Kiamat</p>
<p>Sikap manusia di dunia dan di akhirat nanti  terhadap hari Kiamat ada dua<br />
golongan:<br />
Pertama, Golongan yang lalai dan  lengah. Mereka beriman namun tidak beriman<br />
kepada hari Kebangkitan dan hari  diperlihatkannya amalan kelak. Mereka hanya<br />
menghabiskan umur untuk mencari  kelezatan sesaat, tidak beriman kecuali<br />
dengan materi fisik. Tujuan mereka  hanya dunia, mencinta dan membenci<br />
karenanya. Segala ambisi dan angan-angan  hanya sebatas itu. Mereka adalah<br />
orang-orang yang merugi di akhirat kelak.  Mereka adalah orang-orang yang<br />
terdiam berputus asa saat terjadinya hari  Kiamat. Mereka mendapatkan<br />
kecelakaan dan kebinasaan ketika dibangkitkan dan  diperlihatkannya amalan.<br />
Allah subhanahu wata&#8217;aala; menceritakan mereka dalam  banyak ayat, di<br />
antaranya, artinya, &#8220;Dan pada hari terjadinya Kiamat,  orang-orang yang<br />
berdosa terdiam berputus asa.&#8221; (QS.ar-Rum:12)</p>
<p>Sedangkan golongan kedua, adalah orang-orang yang beriman atas  terjadinya<br />
hari Kiamat. Di dunia, mereka selalu waspada darinya karena  mengetahui bahwa<br />
ia adalah haq (benar-benar terjadi). Mereka itu adalah  orang-orang yang<br />
mengenal Allah subhanahu wata&#8217;aala, lalu takut kepadaNya dan  merasa selalu<br />
diawasiNya dalam apa yang mereka datangkan atau mintakan.  Mereka takut akan<br />
akhirat, lalu beramal untuknya. Dunia bagi mereka tidaklah  seberapa; tidak<br />
dapat melalaikan maupun menggoda mereka dengan gemerlapnya.  Mereka itulah<br />
orang-orang yang beriman saat terjadinya hari Kiamat. Tempat  mereka di surga<br />
di halamannya mereka bersenang-senang, dan mereka mendapatkan  balasan atas<br />
keimanan, rasa takut, dan amalan mereka. Dan, Rabb kita tidak  pernah<br />
menzhalimi siapa pun.<br />
Mengenai kondisi kedua golongan tersebut di  dunia, mari kita renungi firman<br />
Allah subhanahu wata&#8217;aala, artinya,  &#8220;Orang-orang yang tidak beriman kepada<br />
hari Kiamat meminta supaya hari itu  segera didatangkan dan orang-orang yang<br />
beriman merasa takut kepadanya dan  mereka yakin bahwa kiamat itu adalah<br />
benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa  sesungguhnya orang-orang yang<br />
membantah terhadap terjadinya kiamat itu  benar-benar dalam kesesatan yang<br />
jauh.&#8221; (QS. asy-Syuro:18).<br />
Sementara mengenai nasib kedua golongan itu dan perbedaan balasan  bagi<br />
keduanya di akhirat, mari kita renungi pula firmanNya, artinya, &#8220;Dan  pada<br />
hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia)  bergolong-golongan.<br />
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal  shalih, maka mereka di<br />
dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang  yang kafir dan<br />
mendustakan ayat-ayat Kami (al-Qur&#8217;an) serta (mendustakan)  menemui hari<br />
akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).&#8221;  (QS.<br />
ar-Rum:14-16)<br />
Amalan manusia di dunia bersumber dari tingkat  keimanan mereka terhadap hal<br />
yang ghaib dan terjadinya hari Kiamat. Manusia  yang paling beriman dengannya<br />
maka mereka adalah orang yang paling siap  menghadapinya, sedangkan orang<br />
yang paling kurang beriman kepadanya, maka  mereka adalah orang yang paling<br />
lalai dalam mempersiapkan diri menghadapinya.  Iman tidaklah diukur dengan<br />
buah atau kepemilikannya, tetapi ia adalah  sesuatu yang mantap di hati dan<br />
membuat anggota badan bangun untuk  membenarkannya. Semoga kita termasuk<br />
orang-orang yang sebenar-benar beriman  dengan terjadinya hari Kiamat.!<br />
(SUMBER: Artikel dengan judul, “Zalzalah  as-Sa&#8217;ah, Dr.Sulaiman bin Hamd<br />
al-Oadah). Oleh: Ibnu Yahya.<br />
Netter  Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta&#8217;ala, Menyampaikan Kebenaran  adalah<br />
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah  adalah<br />
dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang  belum<br />
mengetahuinya.<br />
Semoga Allah Ta&#8217;ala Membalas &#8216;Amal Ibadah Kita.  Aamiin</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hamidin.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hamidin.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=39&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2008/04/13/ketika-kiamat-berguncang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Kredit Motor</title>
		<link>http://hamidin.wordpress.com/2008/02/21/hukum-kredit-motor/</link>
		<comments>http://hamidin.wordpress.com/2008/02/21/hukum-kredit-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamidin.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Mengambil dari syariahonline.com tentang hukum kredit motor.  Berikut penjelasannya.
Kredit dibolehkan dalam hukum jual beli secara Islami. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah : bai` bit taqshid atau bai` bits-tsaman `ajil.
Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=38&subd=hamidin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengambil dari syariahonline.com tentang hukum kredit motor.  Berikut penjelasannya.</p>
<p>Kredit dibolehkan dalam hukum jual beli secara Islami. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah : bai` bit taqshid atau bai` bits-tsaman `ajil.</p>
<p>Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang (x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (pelunasan) (z) bulan.</p>
<p>Namun sebagai syarat harus dipenuhi ketentuan berikut :</p>
<p>Harga harus disepakati di awal transaksi meskipun pelunasannya dilakukan kemudian. Misalnya : harga rumah 100 juta bila dibayar tunai dan 150 juta bila dibayar dalam tempo 5 tahun.</p>
<p>Tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalami keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku.</p>
<p>Pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai` gharar (penipuan).</p>
<p>Untuk lebih jelasnya agar bisa dibedakan antara sistem kredit yang dibolehkan dan yang tidak, kami contohkan dua kasus sebagai berikut :</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Contoh 1 : Ahmad menawarkan sepeda motor pada Budi dengan harga rp. 12 juta. Karena Budi tidak punya uang tunai Rp.12 juta, maka dia minta pembayaran dicicil (kredit). Untuk itu Ahmad minta harganya menjadi Rp. 18 juta yang harus dilunasi dalam waktu 3 tahun. Harga Rp. 18 juta tidak berdasarkan bunga yang ditetapkan sekian persen, tetapi merupakan kesepakatan harga sejak awal. Transaksi seperti ini dibolehkan dalam Islam.</p>
<p>Contoh 2 : Ali menawarkan sepeda motor kepada Iwan dengan harga Rp. 12 juta. Iwan membayar dengan cicilan dengan ketentuan bahwa setiap bulan dia terkena bunga 2 % dari Rp. 12 juta atau dari sisa uang yang belum dibayarkan. Transaksi seperti ini adalah riba, karena kedua belah pihak tidak menyepakati harga dengan pasti, tetapi harganya tergantung dengan besar bunga dan masa cicilan. Yang seperti ini jelas haram.</p>
<p>Al-Qaradawi dalam buku HALAL HARAM mengatakan bahwa menjual kredit dengan menaikkan harga diperkenan-kan. Rasulullah s.a.w. sendiri pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo untuk nafkah keluarganya.</p>
<p>Ada sementarA pendapat yang mengatakan bahwa bila si penjual itu menaikkan harga karena temponya, sebagaimana yang kini biasa dilakukan oleh para pedagang yang menjual dengan kredit, maka haram hukumnya dengan dasar bahwa tambahan harga itu berhubung masalah waktu dan itu sama dengan riba.</p>
<p>Tetapi jumhur (mayoritas) ulama membolehkan jual beli kretdit ini, karena pada asalnya boleh dan nash yang mengharamkannya tidak ada. Jual beli kredit tidak bisa dipersamakan dengan riba dari segi manapun. Oleh karena itu seorang pedagang boleh menaikkan harga menurut yang pantas, selama tidak sampai kepada batas pemerkosaan dan kezaliman. Kalau sampai terjadi demikian, maka jelas hukumnya haram.</p>
<p>Imam Syaukani berkata: &#8220;Ulama Syafi&#8217;iyah, Hanafiyah, Zaid bin Ali, al-Muayyid billah dan Jumhur berpendapat boleh berdasar umumnya dalil yang menetapkan boleh. Dan inilah yang kiranya lebih tepat.&#8221;</p>
<p>Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hamidin.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hamidin.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamidin.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamidin.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamidin.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamidin.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamidin.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamidin.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamidin.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamidin.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamidin.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamidin.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamidin.wordpress.com&blog=1348127&post=38&subd=hamidin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamidin.wordpress.com/2008/02/21/hukum-kredit-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9144117016dc00013e3c3225dca4156e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Apa&#039; Idi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>