Life is for Exam

Berapa lama di Kubur…

Posted in Bebas, Islami by hamidin on September 20, 2007

Assalamu’alaikum.

Welcome Ramadhan.., telat yah… heheh basi juga nih. Ini hari ke 8 pada bulan RamadhanđŸ˜€, yah mohon di maklumi karena belum sempet nulis lagi di Blog ini.

Ada satu artikel sejak kurang lebih beberapa hari yang lalu dan alhamdulillah ada yang mengirim lagi hari ini yang membuat Apa’ Idi jadi tersentak dan tentu saja.. bermain dengan logika lagi….

Artikel itu mengenai berapa lama kita dalam kubur nanti ? sudah siapkah kita untuk di kubur ? Apa Idi’ jadi ingat akan suatu tausyiah yang menyatakan isinya kurang lebih isinya spt ini : Nabi Muhammad mengatakan seandainya tahu kejadian setelah kematian tentu kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Fiuh… dalam sekali arti itu….

Ok deh.. Apa Idi’ coba tuangkan artikel tersebut disini yah. Berikut artikelnya :

Berapa Lama Kita Dikubur ?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yuni berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Yuni dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yuni melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yuni berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … “

Yuni memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk.

Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.

“Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yuni sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”

“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yuni berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yuni tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya…

42 tahun hingga sekarang…Kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur…. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yuni.

Dihampirinya Yuni yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yuni terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan…Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Demikian artikel yang cukup menyentuh hati dan membuka wawasan kita serta memancing kita akan mendapat hidayahNya.

Mengenai Hidayah apa Idi’ jadi teringat sesuatu, bahwa hidayah itu adalah rahasia Allah. jadi permudah lah diri kita agar bisa dengan mudah mendapatkan hidayah tersebut.

Semoga bermanfaat dan maaf jika ada kesalahan yang Apa’ idi ketik. Kesalahan itu murni dari Apa’ Idi.

Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: