Life is for Exam

Apakah kita sudah mengeluarkan sebagian kewajiban kita yang merupakan hak orang lain ?

Posted in Bebas, Islami by hamidin on November 12, 2007

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sesuai dengan judulnya , apakah kita (sebagai umat muslim) sudah mengeluarkan sebagian dari harta kita yang merupakan hak orang lain yang lebih membutuhkan dari kita ? pernah dengar tentang zakat Maal ?

Hmm.., Apa’ Idi yakin kita semua pernah mendengar tentang itu tapi apakah sudah mengetahui dan menjalankannya ? Allah memberikan harta / rezeki untuk kaumnya adalah untuk di putar agar merata. Disini Apa’ Idi coba sharing tentang zakat maal tersebut dan mohon koreksi jika ternyata ada yang salah, sesungguhnya Apa’ Idi hanya meneruskan dari apa yang diketahui untuk kebaikan dan syiar semata.

Zakat Maal itu kalau pengertian kita yang jahil a.k.a bodoh (tapi sedang bergerak ke arah yang pintar :D) adalah sejumlah harta yang harus dikeluarkan sebesar 2.5%. Itu betul adanya…., namun itu adalah dari hasil yang kita capai perhari, perminggu atau perbulan atau berkaitan dengan waktu. Zakat maal itu ada 3 pembagian yaitu :

  • Profesi : Jumlah yang didapatkan setelah di potong dengan kewajiban hutang seperti listrik, air, sekolah dll yang merupakan rutin dikeluarkan. Sisanya(jika ada sisa :D) baru di keluarkan 2,5 % dan di berikan bagi yang berhak menerimanya.
  • Pertanian : Itu musti di perhitungkan dari bagaimana pertanian itu berjalan, memakai irigasi apa dll (disini Apa’ Idi belum mengetahui kejelasannya dan jika ada yang mengetahui mohon bimbingannya).
  • Simpanan : Hal ini berkaitan dengan jarak waktu dengan perhitungan atau itungan kursnya adalah dengan seharga emas 89 gram emas. Misalnya kita mempunyai tabungan / deposito yang jumlahnya mencapai atau lebih dari harga 89 gram emas saat ini maka kita wajib mengeluarkan 2,5% dari jumlah tabungan itu untuk orang yang sesuai dengan kriteria penerima zakat ini.

Lalu kepada siapa kita memberikan zakat ini ?

Banyak baitul maal yang menyediakan jasanya untuk membantu hal ini, namun sebaiknyalah kita juga mengetahui siapa saja yang seharusnya “mendapat” kannya.

Dalam surat at-taubah ayat 60 (9:60) dinyatakan siapa saja yang berhak menerima itu (sesuai prioritas):

  1. Faqir
  2. Miskin
  3. Pengurus – pengurus zakat
  4. Para mu’allaf yang dibujuk hatinya untuk memerdekakan budak
  5. Orang yang berhutang
  6. Orang yang di jalan Allah (Sabiilillah)
  7. Orang yang sedang dalam perjalanan

Kenapa anak yatim tidak ? lah… jika anak yatim tapi punya harta yang berlebih tidak patut di berikan, karena tujuannya adalah untuk sharing pendapatan agar bisa merata dan makmur semuanya.

Itu lah sekelumit dari apa yang Apa’ Idi ketahui tentang zakat Maal, Apa’ Idi sadar masih banyak kekurangannya dan mohon maaf jika ada salah dalam penyampaian. Sesungguhnya yang salah adalah murni dari Apa’ Idi dan kebenaran hanyalah milik Allah semata.

Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: